REJEKI DIPATOK AYAM?
Written by swadaya   
Thursday, 25 July 2019 10:47

 

Gambar mungkin berisi: teks

 

Barang kali kalimat “Rejeki dipatok ayam” tak asing lagi di telinga. Hal ini biasa kita dengar di kampung-kampung karena bangun terlalu siang. Sehingga orang-orang tua kita dahulu, menakut-nakuti kita dengan kalimat itu.

Lalu benarkah demikian? Tentu jawabannya tidak. Sebab orang tua dahulu melakukannya untuk mendidik anaknya agar tak menuruti kantuk di pagi hari. Karena kantuk di pagi hari menandakan kemalasan di mata mereka.

Lalu bagaimana konsep rejeki yang sebenarnya?

Mari kita perhatikan surah Saba’ ayat 39 berikut :

Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." ( QS. Saba': 39)

Dari ayat ini kita bisa mengetahui hal-hal menarik berikut ini,

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan”, penggalan ayat ini menjelaskan agar manusia senantiasa tak perlu merasakan ketakutan terhadap kemiskinan apabila menafkahkan hartanya. Yakni mereka infakkan untuk berbuat kebaikan yang telah Allah perintahkan dalam kitab-Nya dan yang telah Rasulullah terangkan.

“Maka Allah akan menggantinya”, karena setiap harta yang diinfakkan di jalan Allah, senantiasa Allah tak akan membiarkannya. Kecuali Allah ganti edngan yamng lebih baik. Yakni Allah akan menggantinya bagi kalian, entah itu di dunia maupun di akhirat.

“Dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya”, yakni semua rejeki yang turun ke muka bumi adalah kehendak Allah, begitu pun sebaliknya. Dan setiuap hamba yang saling memberikan rejekinyta untuk yang lain (infak dan sedekah), sebenanrya adalah sedang memberikan dan menanamkan kemudahan untuk dirinya dan orang lain. Semata-mata karena Allah yang berkehendak demikian.

Maka kesimpulan yang dapat kita ambil adalah, bahwa rejeki mutlak urusan Allah. Bukan urusan hamba. Kehendak Allah, bukan kehendak manusia. Tak ada yang perlu di takutkan, sebagaimana Allah berfirman :

“Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi rejeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz Dzariyat: 58).

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rejekinya” (QS. Huud: 6)

“Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rejeki.” (QS. Al Jumu’ah: 11).

 

Oleh : Al Fakir Illa Rabbih, Rahmat Dianto 


Last Updated ( Thursday, 25 July 2019 10:54 )
 

BEZ News Letter