DOA DI HARI JUMA’AT
Written by swadaya   
Friday, 26 July 2019 13:55

 Gambar mungkin berisi: 1 orang, teks


Sudah menjadi rahasia umum bagi umat muslim bahwa hari jumat merupakan penghulunya para hari. Dimana di sana terdapat waktu yang mustajab untuk berdoa, waktu itu di sebut dengan “Sa’atul Ijabah”

“Dari Sahabat Abi Hurairah RA, sungguh Rasulullah SAW menyebut hari Jumat kemudian berkomentar perihal Jumat, ‘Pada hari itu terdapat waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya dalam keadaan beribadah seraya ia meminta kepada Allah sesuatu hajat, kecuali Allah mengabulkan permintaannya.’ Rasulullah memberi isyarat dengan tangannya bahwa waktu tersebut sangat sebentar,” (HR Al-Bukhari).

Sayangnya di dalam hadist iuni tak diketahui waktu pastinya. Sehingga para ulama berbeda pendapat soal waktu yang mustajab di hari jumat tersebut.

 

Pendapat pertama, mayoritas ulama Syafi’i, berpendapat bahwa waktu terebsut adalah waktu di antara khatib di atas mimbar sebelum berkhutbah sampai imam selesai salam.

“Dari Abi Musa Al-Asy’ari, ia berkata, ‘Abdullah bin Umar berkata kepadaku, ‘Apakah kau pernah mendengar ayahmu bercerita dari Rasulullah Saw tentang waktu ijabah?’ Aku menjawab, ‘iya.’ Aku pernah mendengar ayahku mendengar dari Rasulullah bahwa beliau bersabda, ‘Waktu ijabah adalah waktu di antara duduknya imam sampai selesainya shalat Jumat,’” (HR Muslim dan Abi Dawud).

Dalam hal ini, Syekh Jalaluddin Al-Bulqini mengatakan bahwa doa tidak disyaratkan untuk diucapkan. Menghadirkan doa di dalam hati saat khutbah berlangsung sudah cukup. Sebagaimana Syekh Mahfuz mengutipnya dalam Hasyiyah At-Tarmasi ‘alal Minhajil Qawim.

 


Pendapat kedua, Bahwa sebagian ulama mengatakan Sa’atul Ijabah adalah ba’dha ashar. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam,

 

“Pada hari Jum’at terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar.”(HR. Abu Dawud)

Iman Ahmad rahimahullah menjelaskan :

“Kebanyakan hadits mengenai waktu yang diharapkan terkabulnya doa adalah ba’da ashar dan setelah matahari bergeser (waktu shalat jumat).” (Fatwa Sual Wal Jawab)

 

Bahkan Ibnul Qayyim mengatakan dalam Zadul Ma’ad,
“Waktu ini adalah ‘akhir waktu ashar’ dan diagungkan oleh semua orang yang beragama”

 

 

Wallahu a’lam
Al Fakir Illa Rabbih

 

(Dari berbagai sumber)


Last Updated ( Friday, 26 July 2019 14:00 )
 

BEZ News Letter