SETIAP MANUSIA PERNAH BERBUAT SALAH
Written by swadaya   
Thursday, 29 August 2019 12:09

Sudah menjadi rahasia umum bahwa manusia merupakan tempatnya salah dan lupa. Sehebat apapun manusia, sealim dan sesholeh apapun, selama Allah tak menjamin kema'sumannya, maka manusia pernah berbuat salah.

Dalam At-Targhib wa at-Tarhib, At Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah mengatakan :

“Seluruh Bani Adam (manusia) banyak melakukan kesalahan (dosa), dan sebaik-baik manusia yang banyak kesalahannya (dosanya) adalah yang banyak bertaubat.”

Hal ini menguatkan bahwa manusia tak selalu benar, ada kalanya berbuat salah. Hanya saja tingkat keimanan yang menentukan seberapa besar ia berbuat salah, akibat kelalaian yang menjadi sifat dasar manusia.

"Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah benar-benar akan menghilangkan kamu, dan pasti akan mendatangkan suatu kaum yang mereka akan berbuat dosa, lalu mereka akan memohon ampun kepada Allah, lalu Dia akan mengampuni mereka”.(Shahih Muslim)

Lalu, jika manusia tempatnya salah dan lupa, bagaimana manusia akan memiliki kesempatan untuk menemukan jalan kebenaran?

Allah mengatakan :

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Dalam laku kehidupan, manusia mengalami perjalan hidup yang bermacam-macam. Belenggu nafsu yang mendominasi akibat diperturutkannya syahwat, menjadikan manusia gelap dengan kekuasaan dan kegersangan hati. Disaat futur itulah syeitan berbisik.

Terkadang, akibat dari keputus asaan, menuntun manusia dalam kondisi diantara titik nadirnya. Sehingga acap kali berpikir sepintas, lalu melakukan hal nekat seperti membunuh dirinya dan menganiaya orang lain. Maka Allah sampaikan ;

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisa’: 110).

Bahkan ampunan Allah begitu luas. Kehidupan yang luas dengan berbagai tinta warna-warna perilaku manusia, memunculkan sebagian manusia menjadi munafik. Sebagaimana yang kita tahu, bahwa munafik adalah golongan manusia yang akan di masukkan ke dalam dasarnya neraka. Naudzubillah.

Terhadap orang munafik sekalipun, Allah mengampuni mereka selama mereka mau bertaubat.

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.” (QS. An Nisa’: 145-146).

Jangan pernah berkeluh kesah dengan tumpukan dosa. Berseeralah bertaubat, sebab kita tak pernah tau kapan ruh akan pergi meninggalkan jasad. Sebelum pintu taubat di tutup, kesempatan besar untuk menjadi manusia yang mulia karena keimanan senantiasa terbuka lebar.

Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya?” (QS. At Taubah: 104)

Manusia pernah berbuat salah. Dan manusia selalu memilki peluang karena ampunan Allah Maha Luas. Wallahu a'lam.

Last Updated ( Thursday, 29 August 2019 12:14 )
 

BEZ News Letter